Sunday, December 21, 2014

ily, Dy

" i love you." ucapku.
Kamu hanya tersenyum dan mencium keningku sekilas, tak berucap apa-apa.
Sesederhana itu. Sesederhana itu aku tahu perasaanmu. 

" Aku minta maaf."
Kamu menatap ku marah dan memalingkan wajahmu. tak berucap apa-apa. sedikit senyum terukir di bibirmu. Senyuman sinis. 
Sesederhana itu. Sesederhana itu aku tahu perasaanmu.

"Kamu sakit?" tanyaku.
Kamu menggeleng. Tapi aku bisa melihat wajah pucat mu. Rambutmu yang berantakan, dan rambut halus disekitar dagu mu. Tanda bahwa kamu tidak bercukur dan lupa untuk mengurus dirimu. 
Sesederhana itu. Sesederhana itu aku tahu aku menyakiti mu.

"Aku bisa apa?" tanyaku. Pertanyaan bodoh yang sering kulontarkan jika kita berada diujung pertengkaran. 
Dan kamu menjawab. "Gak. Kamu gak perlu berbuat apa-apa."

"Kamu maunya apa?" tanyaku lagi. 
" Gak ada. " sahutmu. Dan kemudian kamu pergi dan meninggalkan aku.

Aku hanya bisa diam. dan menangis. Sadar bahwa laki-laki sebaik kamu harus terus aku sakiti. Bodoh?Iya.Tidak tahu diri? Jelas. Tapi lagi-lagi aku bertanya, "aku bisa apa?" - dan kali ini pun aku tak bisa menjawabnya.

iya. Aku bisa apa? Saat semuanya sudah terjadi dan tidak bisa kembali. Saat apa yang kamu benci aku lakukan terus menerus tanpa aku sadari aku telah menyakiti.Aku hanya bisa berjanji dan mengingkari. Sekalipun aku jujur berkata apa adanya kamu pun akan skeptis dengan semuanya.

Aku minta maaf.
Minta maaf atas semuanya. Semua hal yang membuat mu sakit. Aku minta maaf. 
Dan kamu hanya akan bilang, "Cuma itu kan yang bisa kamu lakukan?" 
Iya. Dan aku pun bertanya lagi, "Aku bisa apa?" 
Seperti lingkaran. Tidak akan ada habisnya.

Dengan tulus, aku minta maaf. 
dan Terimakasih.

Terimakasih karena telah menjadi lelaki baik dan sangat bisa diandalkan untukku. 
Terimakasih karena mau bersabar menghadapi ku.
Terimakasih karena sudah menjadi teman, sahabat, kakak, ayah, dan kekasih sekaligus untukku
Terimakasih karena sudah mau mendampingi ku disaat aku membutuhkan dukungan mu.
Terimakasih karena sudah mau memeluk ku saat aku menangis.
Terimakasih karena selalu mengisi hari-hari ku.
Terimakasih karena membuatku tertawa dan tersenyum.
Terimakasih atas cinta yang begitu besar dan tulus untukku.
Terimakasih atas Segalanya.
Untuk setiap nafas dan detak jantung yang kamu habiskan bersamaku.

Terimakasih Tuhan, untuk menghadirkannya dihidupku. 


i love you, Dy.






No comments:

Post a Comment